Persija Jakarta Belum Bermain Ganas, Posisi Pelatih Macan Kemayoran Terancam?

vicio.me – Persija Jakarta bisa saja mengadakan evaluasi posisi juru racik Angelo Alessio. Sang pelatih memiliki nama besar, tetapi racikannya masih kurang mumpuni bagi Marko Simic dan rekan-rekan.

Klub Ibukota meletakkan keinginan besar kepada nahkoda asal Italia itu. Sang juru taktik diinginkan bisa membikin tim besutannya semakin ganas di Kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.

Kenyataannya malah sebaliknya. Macan Kemayoran semakin melempem. Terakhir, Persija terpaksa mengalami dua kekalahan berturut-turut usai dikalahkan Borneo FC dengn skor tipis 1-2 pada jornada ke-14 ajang kasta tertinggi Indonesia di Stadion dr. H. Moch. Soebroto, Magelang, Senin (29/11/2021).

Sebelum Macan Kemayoran takluk dari Pesut Etam, Ferry Paulus selaku Direktur Persija Jakarta memberi isyarat bahwa juru taktik berusia 56 tahun itu tidak tetap, begitu juga para punggawa dan tiap komponen dalam skuat.

“Saya bicara saat ini. Ada evaluasi hari ke hari oleh presiden, manajer, dan tim yang mengevaluasi itu,” kata Ferry.

“Saya belum bisa berkomentar. Tidak ada yang abadi. Bukan hanya pelatih, pemain juga. Yang abadi adalah Persija,” jelasnya.

Ferry menyatakan Macan Kemayoran meladeni beragam rintangan sebelum memulai Kompetisi BRI Liga 1. Mulai dari penerapan PPKM sampai ketidakpastian ajang yang membikin eks tangan kanan Antonio Conte itu dan sejumlah pilar pulang kampung dan telat berlabuh dengan tim.

“Pertama, saya harus adil terhadap kebijakan yang diambil dalam menjustifikasi pelatih, tim, atau pemain. Memang kalau dibilang tidak normal, sangat-sangat tidak normal,” ucap Ferry.

“Ketika kompetisi belum mulai, pelatih terpaksa pulang. Padahal itu baru masa persiapan. Kemudian tim pelatih dan pemain asing juga terlambat bergabung.”

“Sehingga ada batasan-batasan dan kendala-kendala, praktis sudah cukup telat ketika kompetisi akan bergulir. Kurang fair kalau kami menganggap seperti main sulap.”

“Namun, yang jauh lebih penting sebenarnya, saya mewakili tim, sampai saat ini banyak sekali peningkatan yang baik, positif, terutama bagi pemain-pemain muda yang berkontribusi.”

“Tim ini tidak cukup didominasi oleh pemain muda. Makanya di putaran kedua, kami akan menambah pemain baik itu lokal maupun asing,” terang FP, karib Ferry disapa.

Sudah delapan arsitek menjadi korban kebuasan di ajang kasta teratas Indonesia. Kedelapannya adalah Mario Gomez (Borneo FC), Milomir Seslija (PSM Makassar), Rahmad Darmawan (Madura United), Igor Kriushenko (Persikabo 1973), Iwan Setiawan (Persela Lamongan), Joko Susilo (Persik Kediri), Jacksen Tiago (Persipura Jayapura), dan Hendri Susilo (Persiraja Banda Aceh).

Mantan pelatih Kilmarnock itu terancam menjadi yang kesembilan kalau penampilan tim besutannya masih angin-anginan.

“Ini adalah pekerjaan saya. Namun, saya tidak mau memikirkan hal itu karena fokus saya adalah ke tim,” imbuh Alessio.

“Kami memiliki beberapa masalah. Saya harus menyelesaikan masalah ini. Saya tahu pekerjaan saya. Persija kalah dua kali. Pertama, kami gagal penalti melawan Bali United. Sekarang, kami kebobolan di menit terakhir.”

“Ini adalah sepak bola. Saat ini, kami tidak beruntung. Semuanya sedang salah. Kami akan terus menatap ke depan,” tutur pelatih asal Italia itu.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *