Penyerang Bali United Lebih Mementingkan Klubnya Menang Ketimbang Gelar Pencetak Gol Terbanyak

Vicio.me – Bali United memastikan kemenangan tiga brace tanpa balas meladeni Barito Putera. Di samping itu, gol dari Ilija Spasojevic mengantarkannya melaju kencang di tabel puncak pencetak gol terbanyak kompetisi BRI Liga 1 2021/2022.

Torehannya itu lebih baik dua brace dibanding Ciro Alves, Marko Simic, Youssef Ezzejjari yang baru mengoleksi 12 brace. Jelas dua gol tambahan ini membikin bahagia bomber berusia 34 tahun itu.

Menurutnya, apa yang sudah diadakan Serdadu Tridatu ketika melawan Laskar Antasari adalah momen kebangkitan. Pada jornada ke-19, Bali United sudah harus meladeni Persib Bandung.

“Awal tahun 2022, hasilnya tidak sesuai harapan kami. Kami kalah melawan Persebaya. Sekarang, saya bersyukur dan senang Bali United bisa bangkit kembali. Saya bangga dengan semua tim pelatih karena sudah berjuang membawa Bali United kembali ke jalur yang bagus. Semoga di pertandingan selanjutnya, bisa berjalan bagus lagi,” jelas penyerang kelahiran Bar, Montenegro ini.

“Untuk cetak dua gol, tentu saya senang. Tapi yang terpenting adalah saya harus bersaha bantu tim meraih kemenangan. Saya tidak punya target pribadi harus seperti apa. Terpenting saya bisa bantu Bali United,” tambah Ilija Spasojevic.

Tentang persaingan di klasemen sementara pencetak gol terbanyak ajang kasta teratas Indonesia musim 2021/2022, penyerang naturalisasi ini enggan sangat memikirkannya.

Yang utama saat ini adalah dia mampu membantu klub asal Pulau Dewata ini memetik kemenangan di tiap laga. Dia enggan seperti kasus Sylvano Comvalius.

Pada kompetisi Liga 1 2017, pilar asal Belanda ini mencetak 37 brace dari 34 laga dan membikinnya memecahkan rekor Peri Sandria di Liga Indonesia musim 1994-1995. Waktu itu, Peri Sandria melesakkan 34 brace.

Tapi punggawa kelahiran 10 Agustus 1987 itu tidak berhasil membawa Serdadu Tridatu menjadi kampiun usai disalip” di tikungan terakhir oleh Bhayangkara FC. Mirisnya, pemain kelahiran Montenegro ini yang menjadi juru gedor The Guardian dan membawa Bhayangkara FC menjadi juara pertama. Sang bomber pun menganggap ada striker berkualitas yang berada di tangga pencetak gol terbanyak.

“Itu bagus tapi itu bonus. Banyak penyerang luar biasa. Tapi saya tidak mau terlalu pikirkan. Bali United ada top scorer 2017, tapi tidak juara. Saya seorang penyerang dan senang cetak gol. Saya sudah punya dua assist dan ke depannya saya ingin cetak banyak assist lagi dan bisa bantu Bali United meraih kemenangan. Saya fokus untuk target tim dan masih ada harapan dalam 16 pertandingan ke depan,” tutupnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *