Arema FC Memperoleh 3 Amunisi Tambahan Menjelang Lawan Bhayangkara FC

Vicio.me – Pemain Arema FC bertambah menyongsong pekan ke-18 kompetisi BRI Liga 1. Tiga pilar yang pernah memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFF 2020, sudah berlabuh di Pulau Dewata.

Mereka adalah Dedik Setiawan, Kushedya Hari Yudo dan Rizky Dwi Febrianto. Ketiga pemain itu sudah mengikuti latihan pada Jumat (07/01/2022) pagi.

Ketiga pilar ini tidak pernah balik ke rumahnya untuk sekedar melepas kangen dengan keluarga. Mereka baru melakoni karantina lima hari usai kembali dari Piala AFF di Singapura.

Begitu karantina selesai, Kushedya Hari Yudo dan rekan-rekan langsung berangkat ke Bali, lokasi dilaksanakannya putaran kedua ajang kasta teratas Indonesia. Karena, duel berikutnya Singo Edan bakal menghadapi Bhayangkara FC, Minggu (09/01/2022).

“Saya sudah berada di Bali. Kalau buat Arema harus totalitas,” kata Rizky.

Pastinya nahkoda Singo Edan, Eduardo Almeida, puas dengan keadaan ini lantaran dia pernah krisis punggawa pada duel sebelum meladeni Persikabo 1973.

Saat itu klub asal Malang ini bermain cuma dengan 6 amunisi cadangan. Tambal sulam sektor belakang dan serang dijalankan. Untungnya Singo Edan masih mampu memperoleh satu angka di partai itu.

Kembalinya Rizky membikin sektor pertahanan aman lantaran sebelumnya, Achmad Figo. Pilar berusia 20 tahun itu masih kurang jam terbang.

Itu tampak pada duel sebelumnya meladeni Laskar Padjajaran. Sedangkan di sektor serang, Kushedya Hari Yudo dan Dedik Setiawan menjadi opsi lain membikin serangan lebih tajam. Apalagi Carlos Fortes pula kembali dari akumulasi kartu.

Dari tiga punggawa yang balik ke Timnas Indonesia, Kushedya Hari Yudo yang dirasa harus memperoleh ujian profesionalisme paling berat. Lantaran dia masih belum pernah berziarah ke makam ayahnya.

Seperti diketahui, ayah punggawa berusia 28 tahun itu meninggal dunia ketika dia berjuang dengan Skuad Garuda di Piala AFF 2020, Singapura. Tepatnya 11 Desember 2021. Sang pilar tidak mampu pulang saat itu lantaran masih diperlukan Timnas Indonesia.

Tapi usai menuntaskan karantina di Jakarta, dia langsung berangkat ke Bali. Pasti kesedihan melanda hatinya. Tetapi striker asal Malang ini tetap profesional dan tegas lantaran tengah diperlukan timnya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *