Madura United di Urutan ke-10 Pada Akhir Putaran Perdana Kompetisi BRI Liga 1, Pelatih Laskar Sape Kerrab Tidak Lega

Vicio.me – Madura United sudah menuntaskan 17 partai putaran perdana kompetisi BRI Liga 1 2021/2022. Klub asal Pulau Garam ini menutupnya dengan hasil seri 2-2 meladeni Borneo FC dalam duel jornada ke-17 di Stadion Manahan, Solo, Selasa (14/12/2021) malam.

Laskar Sape Kerrab memetik 10 angka dalam enam laga di seri ketiga ajang kasta teratas Indonesia. Kebetulan selama itu, Madura United sudah dilatih oleh Fabio Lefundes yang menggantikan Rahmad Darmawan.

Pencapaian Laskar Sape Kerrab tidak sesuai dengan sasaran yang ingin diperoleh oleh pelatih asal Brasil itu. Dia sesungguhnya ingin tim besutannya memetik 12 angka dalam enam partai itu.

Tim besutan Fabio Lefundes ini sudah mulai beranjak dari papan bawah. Saat juru racik berusia 49 tahun ini baru hadir, Laskar Sape Kerrab terjebak di posisi ke-14 dan sekarang menempati urutan ke-10. Meskipun naik peringkat, sang nahkoda tidak lega dengan hasil itu. Bagi kalian yang ingin mengisi waktu kosong dengan bermain games, kalian bisa bermain banyak games yang sudah disediakan Pokerlounge99.

“Ketika datang ke sini, Madura United ada di posisi ke-14. Saya selalu minta sama pemain untuk bekerja keras menghentikan masalah ini, supaya kami naik ke atas. Saya tidak puas dengan posisi tim saya di klasemen,” ujar Lefundes.

“Tapi, kami sudah ada perubahan di dalam tim. Kami naik posisi di klasemen dan itu sangat bagus. Saya tidak terima posisi ini, kami harus bisa lebih baik lagi ke depan,” imbuh pelatih Madura United berkewarganegaraan Brasil itu.

Baca Juga: Sembari Mencari Punggawa, Arema FC Mengamati Kegiatan Musuh di Jendela Transfer Paruh Musim.

Laskar Sape Kerrab sudah banyak mengadakan perubahan positif di bawah besutan eks asisten pelatih tim Botafogo itu. Mereka memperoleh tiga kemenangan, satu kali hasil seri, dan tiga kai menelan kekalahan selama seri ketiga kompetisi BRI Liga 1.

Madura United sukses memasukkan delapan brace dan kebobolan empat gol. Jangan lalaikan catatan tiga clean sheet ketika menghadapi Persik Kediri, Barito Putera, dan Bali United yang berkesudahan dengan kemenangan.

“Saya sepakat selalu minta pemain berusaha keras dan mereka mengerti dengan mencapai target. Madura United adalah tim besar, tidak boleh menerima apa yang ada sekarang. Kami harus lebih baik, mencapai tempat lebih baik di atas,” tutur Fabio Lefundes.

Sosok juru taktik satu ini sesungguhnya nama anyar di sepak bola Indonesia. Selama ini, dia dikenal berkarier di Korea Selatan bareng Jeonbuk Hyundai Motor. Terakhir, dia menjadi bagian Botafogo, tim asal negaranya.

Tapi, seluruh itu dilakoninya dengan status sebagai asisten nahkoda. Laskar Sape Kerrab menjadi tim perdana yang dilatihnya dengan jabatan juru racik kepala.

Meskipun berstatus debutan di Indonesia, pelatih kelahiran 25 Agustus 1972 ini termasuk yang sarat pengalaman dan cemerlang prestasi di tim sebelumnya. Misalnya di musim 2011, Jeonbuk menjadi juara K-League dan menjadi runner-up Liga Champions Asia.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *