Terlalaikan di Timnas Indonesia, Striker Bali United Bermodal Catatan Bagus di Kompetisi BRI Liga 1

Vicio.me – Saat membahas masalah laga tim A dan tim B di kompetisi BRI Liga 1 2021/2022, tentu rasanya kurang komplit kalau tidak membahas masalah bomber di masing-masing klub.

Sebelum Bali United menutup seri ketiga ajang kasta tertinggi Indonesia musim ini, mereka masih harus meladeni Madura United pada jornada ke-16 di Stadion Sultan Agung Bantul.

Kemenangan tentu jadi “makanan” wajib supaya Serdadu Tridatu “kenyang” dan mampu tetap menempel Bhayangkara FC di puncak klasemen sementara kompetisi BRI Liga 1.

Takluk ataupun imbang saja, bakal memperluas jarak ke pemuncak klasemen dan menipiskan kesempatan mereka untuk menjadi kampiun paruh musim.

Kini tergantung taktik dari Stefano Cugurra di klub asal Pulau Dewata itu dan Fabio Araujo Lefundes di Laskar Sape Kerrab. Kedua pelatih harus meramu taktik yang jitu lantaran kedua juru racik sama-sama ingin memetik kemenangan. Untuk kalian yang ingin mengisi waktu kosong dengan bermain games, kalian bisa bermain banyak games yang sudah disediakan Pokerlounge99.

Baca Juga: Persija Jakarta Semakin Paten di Jalur Kemenangan Usai Menaklukkan PSM Makassar 3-0.

Selain itu yang butuh diperhatikan tentu saja target man dari kedua klub. Serdadu Tridatu memiliki Ilija Spasojevic. Sedangkan Laskar Sape Kerrab memiliki Rafael Da Silva Santos. Mana yang lebih bagus? Kalau melihat statistik, jelas pemain kelahiran Montenegro itu yang lebih bagus.

12 brace sudah dicetaknya dan menjadi pencetak gol terbanyak sementara kompetisi BRI Liga 1 musim ini. Bandingkan dengan punggawa asal Brasil itu yang baru mengemas setengah lusin brace musim ini. Tapi sayangnya penyerang asing Madura United ini tidak bakal mampu memperlihatkan performa terbaiknya meladeni Bali United.

Silvio Escobar sebagai striker Laskar Sape Kerrab untuk menggantikan bomber berusia 31 tahun itu, masih belum bisa berkontribusi banyak. Pemain kelahiran Paraguay ini belum melesakkan satu brace pun bareng Madura United dalam 14 kali performanya.

Tapi penyerang bernomor punggung 9 di Bali United itu pula butuh berhati-hati. Ada Jaimerson Xavier yang bakal memandekkan pergerakan sang striker. Selain itu punggawa berusia 34 tahun itu butuh lebih konsisten lagi. Pekan lalu melawan Arema FC, dia tidak banyak berkontribusi.

Permainannya angin-anginan. Dia butuh tandem yang pas untuk mampu memberi operan akurat. Stefano Lilipaly saat meladeni Singo Edan dan kebetulan menjadi pendukung eks pemain Bhayangkara FC itu sebagai striker sayap, kembali tampil di bawah penampilan terbaiknya.

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *